Aksi protes memanas di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, ketika puluhan pedagang kaki lima (PKL) nekat memblokir akses jalan raya sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kebijakan pemerintah setempat, Rabu (30/9/2026). Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi memusatkan titik kumpul di Bundaran Ciumbuleuit sambil menyuarakan tuntutan agar rencana penertiban lapak dilakukan secara adil dan merata tanpa pandang bulu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Koordinator aksi, Andrea Guntur, menegaskan bahwa para pedagang sebenarnya tidak mempermasalahkan aturan pembongkaran maupun menuntut adanya kompensasi finansial. Namun, mereka menolak keras jika penertiban tersebut hanya menyasar wilayah tertentu saja sementara kawasan lainnya dibiarkan melenggang tanpa penindakan tegas dari aparat penegak hukum.
"PKL di sini tidak minta kompensasi dan siap untuk dibongkar mandiri, asalkan dengan catatan ada keadilan. Keadilannya jangan hanya di bundaran dan Gunung Agung aja yang dibongkar. Kalau ini emang peraturan daerah, kita minta dibongkar semuanya sampai ke atas," ujar Andrea saat ditemui di lokasi aksi.
Lebih lanjut, para pedagang mendesak supaya proses pembongkaran lapak dan bangunan liar harus dieksekusi secara merata hingga ke kawasan Rumah Sakit RS Salamun. Menurut analisis awak media, ketimpangan penegakan aturan di lapangan seringkali menjadi pemicu utama gesekan sosial antara pelaku usaha mikro dan aparat ketertiban umum di wilayah perkotaan.
Kemarahan para pedagang kian memuncak setelah mediasi yang sebelumnya telah dijembatani oleh pihak berwenang tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Merasa diberikan janji palsu terkait jadwal penertiban, massa pedagang pun mengancam akan terus bertahan dan melakukan aksi lanjutan jika tuntutan keadilan mereka tidak segera diakomodasi oleh instansi terkait.
"Malam Minggu kita ada kumpulan sama perwakilan dari Satpol PP. Beliau menjanjikan emang ada pembongkaran, tapi tidak minggu-minggu ini. Tapi ternyata setelah malam Minggu itu kita diberi angin surga, ada info lah kemarin bahwa hari Rabu akan ada pembongkaran," tambahnya dengan nada kecewa.