Warga Kabupaten Tasikmalaya dihebohkan dengan penemuan tragis seorang warga lanjut usia yang ditemukan tak bernyawa di dalam sumur tua di kebun belakang rumahnya. Dari analisis awak media, insiden memilukan ini bermula ketika korban dilaporkan tidak kunjung pulang ke rumah setelah pergi menuju kebun pada sore hari. Menurut laporan pihak kepolisian, korban yang diketahui bernama Amin (63) diduga terpeleset dan jatuh ke dalam sumur yang penutup betonnya sudah dalam kondisi rapuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Proses evakuasi korban yang melibatkan tim gabungan dari unsur SAR, BPBD, Damkar, TNI, serta Polri berlangsung cukup dramatis dan penuh tantangan berat. Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, tim penyelamat tidak hanya harus berhadapan dengan kedalaman sumur yang mencapai hampir 20 meter, tetapi juga hambatan berupa keberadaan gas beracun yang menyengat. "Dalam sumur itu ada ular berbisa, jadi evakuasi dulu ular," ungkap Jembar Adi Setia selaku Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya saat menjelaskan situasi menegangkan di lokasi kejadian.
Kendala tersebut memaksa petugas penelamat bekerja ekstra hati-hati demi menghindari risiko gigitan ular jenis gibug atau ular tanah yang bersembunyi di dasar sumur. Setelah berhasil mengamankan reptil berbisa tersebut ke dalam karung, personel gabungan akhirnya bisa turun ke dalam lubang sumur untuk mengangkat jenazah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal aparat kepolisian, korban ditemukan dalam posisi duduk miring dengan bagian kaki terendam lumpur serta tertimpa reruntuhan beton penutup sumur.
Peristiwa nahas ini menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi sumur tua di sekitar pemukiman. Sebagaimana dilaporkan oleh aparat setempat, pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Kasus ini sekaligus menambah daftar rentetan peristiwa krusial yang menyita perhatian publik di wilayah Jawa Barat dalam sepekan terakhir.