Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses hukum dan melakukan penahanan terhadap oknum guru di Kabupaten Subang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah keras ini diambil menyusul adanya dugaan pelanggaran berat berupa perekaman bagian tubuh pribadi seorang siswi yang mencoreng dunia pendidikan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan resmi pemerintah provinsi, kasus asusila tersebut mencuat bersamaan dengan insiden perundungan yang melibatkan siswa senior terhadap juniornya di salah satu SMA negeri di Kota Tasikmalaya. Dedi menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus steril dari segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis, demi menjamin keamanan psikis para peserta didik.
Sebagaimana dilaporkan dalam aturan pendidikan daerah, setiap siswa baru bersama orang tuanya telah diwajibkan menandatangani pakta integritas yang mengatur batasan perilaku secara ketat. Dedi meminta para kepala sekolah agar tidak pernah ragu menjatuhkan sanksi bertahap mulai dari peringatan, skorsing, hingga pemberhentian bagi pelanggar aturan.
Mengutip arahan gubernur, pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat juga telah bergerak cepat menerjunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas insiden perundungan di Tasikmalaya secara objektif. Awak media mencatat bahwa ketegasan sikap Gubernur Jabar ini menjadi sinyal kuat agar institusi pendidikan kembali menjadi ruang aman yang bersih dari praktik kriminalitas dan kekerasan.