Senat Amerika Serikat resmi menghentikan aktivitas legislatifnya untuk memasuki masa kampanye pemilu setelah dua pemungutan suara penting mengalami jalan buntu pada hari Rabu. Sebagaimana dilaporkan, RUU perlindungan tarif utilitas pusat data dan pelarangan perdagangan saham orang dalam gagal meraih kuorum 60 suara mayoritas yang diperlukan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, dinamika politik di Capitol Hill diwarnai oleh saling lempar tuduhan antarpartai menjelang pemilihan paruh waktu. Kubu Republik mengecam Demokrat atas aksi penjegalan tersebut, sementara Demokrat membalas bahwa regulasi yang diajukan hanyalah akal-akalan politik belaka.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune sempat menyebut regulasi tersebut sebagai undang-undang yang sangat masuk akal bagi masyarakat. Namun, penolakan tegas tetap terjadi karena RUU saham legislator turut disusupi ketentuan kontroversial terkait identifikasi pemilih yang didorong oleh Presiden Donald Trump.
Menurut analisis redaksi, isu perdagangan saham oleh anggota Kongres telah menjadi sorotan tajam publik dengan dana iklan mencapai jutaan dolar di berbagai wilayah. Kendati demikian, tarik ulur kepentingan politik ini membuat kedua belah pihak gagal membuahkan hasil nyata selain retorika kampanye.