Menjelang pertandingan krusial di ajang FIFA ASEAN Cup 2026, gelandang andalan Timnas Bangladesh, Hamza Choudhury, melontarkan pujian terbuka bagi kualitas Skuad Garuda. Mantan pemain Leicester City tersebut menilai bahwa duel menghadapi Indonesia akan menjadi momentum berharga guna mengukur sejauh mana level permainan Macan Bengal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan jadwal resmi, Indonesia dipastikan bertindak sebagai tuan rumah dengan menjamu Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada laga penutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan akbar ini diprediksi menyita perhatian publik karena mempertemukan dua kesebelasan dengan posisi peringkat FIFA yang cukup kontras.
Berdasarkan catatan terkini, Timnas Indonesia kokoh berada di peringkat 117 dunia, sementara Bangladesh masih berjuang mengejar ketertinggalan di posisi 182 dunia. Kesenjangan tersebut juga terlihat jelas dari komposisi materi pemain kedua kubu yang membentang di level kompetitif.
Skuad Garuda kini diperkuat oleh deretan pemain top yang berkarier di liga-liga elite Eropa, mulai dari Kevin Diks di Borussia Moenchengladbach, Maarten Paes bersama Ajax, hingga Justin Hubner yang membela Fortuna Sittard. Sebaliknya, komposisi pemain Bangladesh mayoritas masih didominasi pilar-pilar lokal.
Hamza Choudhury, sosok sentral yang sukses membawa Leicester City merengkuh gelar juara Championship 2023/2024 di bawah arahan manajer Enzo Maresca, memandang lawatan ke Jakarta sebagai ujian level tertinggi. Pengalaman merumput di kasta tinggi Inggris tentu memberikan perspektif matang bagi sang gelandang.
Mengutip laporan dari Talash BD, sang pemain menyatakan antusiasmenya menyambut atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu suporter fanatik tuan rumah. "Saya benar-benar menantikan pertandingan ini. Saya tahu akan ada lebih banyak penonton di tribun. Jadi, ini akan menjadi pengalaman berharga lainnya bagi kami sebagai tim", ungkapnya.
Lebih lanjut, Choudhury secara terbuka mengakui keunggulan kolektif yang dimiliki Skuad Garuda berkat keberadaan para pemain diaspora berkualitas Eropa. "Indonesia adalah tim yang sangat bagus. Banyak pemain mereka yang bermain di liga-liga top Eropa. Ini akan menjadi ujian berat bagi kami", tambahnya menegaskan.
Di luar urusan taktik di atas rumput hijau, pemain berusia 28 tahun yang memilih membela panji Bangladesh sejak 2024 itu juga terkesan dengan keramahan publik tanah air. Menurut pengamatannya, sambutan hangat suporter serta masyarakat lokal membuatnya menikmati momen debut berkunjung ke Indonesia.
Berdasarkan analisis awak media, kehadiran figur-figur berpengalaman seperti Hamza Choudhury di kubu lawan justru semakin meningkatkan gengsi turnamen regional ini. Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno dipastikan menjadi panggung pembuktian ketangguhan strategi kedua pelatih.