Langkah berani diambil oleh pemerintah Irak dalam mendistribusikan komoditas unggulannya ke pasar internasional. Perusahaan kapal tanker milik negara tersebut baru saja mengatur pengiriman muatan seberat 2 juta barel minyak mentah menggunakan kapal tanker raksasa atau very large crude carrier untuk melintasi kawasan Selat Hormuz.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan Direktur Jenderal Iraqi Oil Tankers Co., Ali Qais Abdul Jabbar, pelayaran ini menjadi momen penting karena dilakukan secara mandiri oleh pihak negara untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir. Selama ini, para pembeli biasanya harus mengatur armada supertanker mereka sendiri untuk mengambil minyak mentah Irak di pelabuhan Basra.
Menurut analisis awak media, pergeseran strategi pemasaran ini bertujuan agar Irak dapat menjangkau kilang-kilang minyak yang selama ini enggan mengirimkan kapalnya melalui jalur rawan tersebut. Dengan mengantar langsung minyak di luar Teluk Persia, Baghdad berharap bisa mengamankan harga jual yang lebih kompetitif dan menekan diskon besar yang sebelumnya diperlukan untuk menarik pembeli.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Minyak, langkah penguatan armada ini juga sejalan dengan upaya negara-negara produsen di Timur Tengah yang berlomba-lomba mengamankan kapal tanker pasca gangguan akibat perang Iran. Menteri Minyak Basim Mohammed Khudair menyatakan bahwa pemerintah kini tengah mencari pendanaan untuk membeli armada kapal tanker sendiri guna memperkuat kontrol ekspor.
Dari analisis tim redaksi, upaya diversifikasi jalur distribusi ini sangat krusial mengingat rata-rata ekspor minyak mentah Irak sempat merosot drastis sebelum akhirnya berangsur pulih. Selain mengandalkan jalur perairan, Baghdad juga terus menjajaki rute alternatif lain termasuk jalur utara melalui Turki dan rencana pembangunan pipa menuju pelabuhan Baniyas di Suriah.