Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bergerak cepat meninjau langsung lokasi musibah kebakaran yang menghanguskan tujuh unit hunian warga di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kehadiran kepala daerah di tengah-tengah warga ini menunjukkan respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan serta penanganan darurat bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam kunjungannya, Citra menegaskan bahwa kebutuhan logistik dan pangan seluruh warga terdampak dijamin sepenuhnya oleh pemerintah kabupaten selama masa tanggap darurat berlangsung. "Semua korban kebakaran kita cukupi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan lainnya," ujar Citra saat ditemui di lokasi kejadian. Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak balita yang turut kehilangan tempat bernaung akibat insiden tersebut.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang ludes dilalap si jago merah. Meski demikian, besaran alokasi anggaran untuk setiap unit rumah saat ini masih dalam tahap penghitungan dan kalkulasi mendalam. "Satu rumah diberikan bantuan untuk dibangun kembali, tapi untuk nilai besarannya sekarang belum bisa ditentukan," ucap Citra menjelaskan rencana rekonstruksi fisik ke depan.
Sebagai langkah penanganan sementara, pemerintah daerah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendirikan tenda darurat sebagai tempat pengungsian warga. Selain itu, dapur umum turut dioperasikan untuk memastikan ketersediaan asupan makanan yang layak bagi para korban. Berdasarkan analisis awak media, langkah cepat pendirian fasilitas darurat ini sangat krusial untuk menjaga kondisi psikologis dan kesehatan para korban pascakejadian.
Peristiwa nahas tersebut bermula ketika amuk si jago merah menerjang kawasan permukiman warga pada pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB dengan kobaran api yang merembet dengan sangat cepat. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh bangunan yang musnah terbakar merupakan aset bantuan pemerintah yang sebelumnya diperuntukkan bagi warga korban bencana tsunami Pangandaran tahun 2006 silam.