Kondisi Terminal Tipe C Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, saat ini menuai sorotan tajam menyusul kerusakan parah pada sejumlah fasilitas utamanya. Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi, bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas transportasi umum tersebut tampak tidak terawat dan jauh dari kata layak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kerusakan paling mencolok terlihat pada bagian kanopi dan atap terminal. Sejumlah material plafon tampak jebol, terkelupas, serta menggantung dalam kondisi robek, sementara bagian genteng dan lisplang kayu mengalami pelapukan yang cukup parah hingga ada yang patah dan terlepas dari strukturnya.
Tidak hanya pada bagian atas, tiang-tiang penyangga beton juga menunjukkan tanda-tanda penuaan infrastruktur dengan lapisan cat biru yang sudah mengelupas, kusam, dan dipenuhi noda kotor. Pelataran kendaraan pun tampak berdebu tanpa lapisan aspal yang mulus, sementara aktivitas angkutan umum terlihat sepi dan justru didominasi oleh gerobak pedagang kaki lima.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran tidak tinggal diam dan mengakui adanya kerusakan infrastruktur di kawasan tersebut. Pemerintah daerah memastikan bahwa perbaikan akan segera dirumuskan demi mengembalikan fungsi optimal terminal.
Sekretaris Dinas Perhubungan Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, menjelaskan bahwa penanganan fasilitas tersebut tidak memerlukan pembongkaran total. "Penanganan cukup dengan perbaikan atap, pengecatan ulang, serta peremajaan struktur yang rusak," ujarnya.
Dari analisis awak media, lambatnya penanganan fasilitas publik seperti ini berisiko menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal daerah. Kendati demikian, langkah cepat yang dicanangkan pemerintah daerah diharapkan mampu memulihkan fungsi kawasan tersebut secara bertahap.
Lebih lanjut, Dinas Perhubungan Pangandaran memperkirakan kebutuhan anggaran untuk merenovasi bangunan Terminal Kalipucang mencapai sekitar Rp250 juta. Meski demikian, kepastian waktu eksekusi proyek perbaikan ini masih menunggu instruksi serta keputusan resmi dari pimpinan daerah.