Langkah mengejutkan diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mutasi dan promosi aparatur sipil negara belum lama ini. Dua orang ASN yang awalnya mendaftarkan diri untuk posisi jabatan tingkat seksi atau subbagian justru mendapatkan mandat lebih tinggi langsung sebagai kepala bidang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah pihaknya melihat rekam jejak, potensi, serta pola pikir para peserta seleksi yang dinilai sangat konstruktif. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, penentuan posisi ini menunjukkan komitmen pimpinan daerah untuk menempatkan figur yang tepat sesuai kapasitas murni.
"Setelah kami melihat potensinya dan pola pikirnya yang sangat konstruktif, hari ini kami melantik mereka bukan sebagai kepala subbagian, melainkan sebagai kepala bidang, yang secara jenjang berada jauh di atas jabatan yang mereka daftarkan," ungkap Rudy usai acara pelantikan di Cibinong.
Berdasarkan keterangan resmi pemerintah daerah, rangkaian pelantikan yang digelar meliputi berbagai tingkatan mulai dari pejabat Eselon II hingga level pengawas dan fungsional. Seluruh proses pengisian jabatan ini diklaim berjalan secara transparan melalui mekanisme seleksi terbuka yang melibatkan berbagai pihak independen.
Selain melibatkan akademisi perguruan tinggi serta praktisi profesional, proses wawancara akhir turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah termasuk Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, BKPSDM, hingga DPRD Kabupaten Bogor. Seluruh tahapan tersebut dilakukan secara ketat sesuai prosedur peraturan perundang-undangan.
Rudy juga menegaskan bahwa pelantikan baru dapat dieksekusi setelah mengantongi persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara. Dari total rangkaian mutasi tersebut, terdapat lima pejabat Eselon II yang sah dilantik, sementara beberapa posisi lain masih dalam proses pengisian lanjutan.
Menutup keterangannya, Rudy berpesan agar seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak ragu menunjukkan kualitas terbaik mereka. Dari analisis awak media, pola meritokrasi yang diterapkan ini membuka peluang luas bagi seluruh pegawai tanpa memandang kedekatan personal dengan pimpinan.