Dua pengendara motor asal Kota Bandung resmi memulai aksi perjalanan jarak jauh lintas nusantara yang sarat akan makna kebangsaan dan kepedulian sosial. Ekspedisi yang dinamakan Lintangnusa ini mengusung misi mulia untuk menyebarkan gelombang optimisme sekaligus menyalurkan bantuan pendidikan langsung ke berbagai daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjalanan luar biasa sejauh 1.945 kilometer tersebut dilepas langsung dari Kota Bandung dengan membentangkan rute melintasi delapan provinsi, mulai dari Pulau Jawa hingga berakhir di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini digagas tidak hanya untuk merayakan semangat kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjawab tantangan sosial generasi muda.
Founder Respiro, Arif Utomo, mengungkapkan bahwa inisiatif Lintangnusa berawal dari keprihatinannya melihat tingginya tingkat kecemasan dan pesimisme di kalangan anak muda Indonesia terhadap masa depan ekonomi serta politik. "Apa yang harus saya lakukan, untuk memberikan dampak positif meningkatkan optimisme anak muda Indonesia," ujar Arif saat melepas keberangkatan para riders di Kota Bandung.
Berdasarkan analisis tim redaksi, ekspedisi roda dua ini merepresentasikan bentuk aksi nyata korporasi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat pelosok. Penyelenggaraan program ini juga terbukti mampu membangkitkan kembali kepedulian publik terhadap isu-isu krusial seputar ketimpangan akses pendidikan di daerah.
Dalam ekspedisi penjelajahan ini, kedua riders membawa misi penting berupa penyaluran 17 bendera Merah Putih serta paket bantuan perlengkapan belajar yang menyasar 17 Sekolah Dasar di sepanjang jalur lintasan. Bantuan sosial tersebut disebar merata melintasi wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT.
Head of Business Respiro Indonesia, Ayi Sunandar, menambahkan bahwa pemilihan angka jarak dan jumlah atribut bukan sekadar kebetulan semata. "Lintangnusa lahir dari kerinduan untuk melihat Indonesia terus melangkah maju dengan kepala tegak. Angka 1.945 KM dan 17 bendera di 8 provinsi bukan sekadar simbol, melainkan representasi dari komitmen kami untuk merajut optimisme dari barat hingga timur Indonesia," tegas Ayi.