Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali menjadi perbincangan hangat setelah rencana pembangunan pusat data atau data center berbasis Artificial Intelligence di kawasan tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, perhatian utama publik tertuju pada masifnya kebutuhan air untuk fasilitas teknologi canggih tersebut yang diperkirakan mampu mencapai 33 juta liter air per hari atau setara dengan konsumsi enam desa dalam waktu satu bulan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut memberikan tanggapan tegas mengenai isu krusial ini agar polemik ketersediaan air tidak baru diperdebatkan setelah fasilitas beroperasi penuh dan berpotensi merugikan sektor pertanian lokal.
"Jangan sampai pas di perjalanan di Indonesia itu kalau sudah ribut-ribut politik, kasihan pengusaha harus fight dari sekarang. Airnya cukup enggak? Mengganggu petani enggak?" ujar Dedi.
Selain tantangan dari sektor industri digital, waduk yang membendung Sungai Citarum ini juga harus menghadapi ancaman fluktuasi debit air akibat musim kemarau yang dinilai lebih ekstrem pada tahun ini dibandingkan periode sebelumnya.
Sebagai bagian dari sistem tiga bendungan kaskade Citarum bersama Cirata dan Saguling, kondisi air di Waduk Jatiluhur sangat bergantung pada pengelolaan hulu serta curah hujan regional di wilayah Jawa Barat.