Dunia jurnalistik tanah air kembali berduka setelah kehilangan salah satu putra terbaiknya yang mendedikasikan hidup untuk kemajuan informasi publik. Pendiri sekaligus Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar bin M Daham Nuh, tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada Kamis dini hari. Berdasarkan pengamatan dan analisis awak media, kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat dekat, tetapi juga bagi insan pers secara nasional yang mengenal dedikasi tingginya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kehilangan besar ini turut dirasakan langsung oleh jajaran pimpinan media nasional yang menyempatkan diri hadir di tengah suasana duka di Banda Aceh. CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, terbang langsung dari Jakarta untuk mengikuti prosesi pemakaman tokoh pers kebanggaan Aceh tersebut di TPU Kampung Mulia. Berdasarkan laporan di lapangan, kehadiran para tokoh pers ini menjadi bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasa almarhum dalam membangun pilar informasi yang independen serta kredibel di tanah Rencong.
Dalam kenangannya, Dahlan Dahi menyoroti bagaimana almarhum Sjamsul Kahar memandang dunia jurnalisme sebagai sebuah instrumen mulia yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas. Nilai-nilai dasar tersebut diterapkan secara konsisten dalam memimpin Serambi Indonesia melewati berbagai fase sulit dan tantangan zaman. "Jurnalisme itu barang yang baik untuk kita. Barang yang bagus untuk publik. Dan itulah pengambilan pertama dari jurnalis," ujar Dahlan mengenang prinsip hidup sang tokoh pers.
Lebih lanjut, analisis redaksi menunjukkan bahwa keteguhan moral dan integritas menjadi kunci utama yang diwariskan oleh almarhum kepada generasi penerus media. Dahlan Dahi menekankan pentingnya menjunjung tinggi norma, etika, kejujuran, serta keadilan dalam menjalankan profesi wartawan demi menjaga kepercayaan publik. "Berarti integritas, jujur, adil dalam bersikap," tambahnya seraya mengingatkan bahwa nilai luhur tersebut kini diabadikan dalam semangat kerja insan pers di berbagai daerah.
Kenangan lain yang paling membekas di benak rekan sesama pimpinan media adalah dedikasi luar biasa almarhum terhadap rutinitas redaksi meskipun kondisi fisiknya sedang kurang prima. Dahlan mengungkapkan rasa kagumnya tatkala melihat Sjamsul Kahar tetap bersemangat menaiki anak tangga demi mengikuti diskusi bersama para jurnalis di lantai dua kantor. "Pada kondisi beliau yang kurang fit, beliau tiap pagi itu naik ke lantai dua di kantor Serambi Indonesia. Tangga demi tangga, untuk ikut bersama teman-teman dalam diskusi," tutupnya.