Polemik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali memanas di ruang publik setelah menuai perdebatan sengit di antara para elite politik. Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie secara tegas melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan Denny Indrayana yang sebelumnya mempertanyakan status kelulusan sekolah menengah Gibran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan awak media, perdebatan ini bermula dari klaim yang menyebut Gibran tidak memiliki ijazah sekolah menengah konvensional dan mendesak agar didiskualifikasi. Menanggapi hal tersebut, Grace menilai bahwa argumentasi yang dilontarkan mengandung cacat mendasar karena memaksakan standar baku sistem pendidikan nasional untuk menilai alur studi di luar negeri.
"Pernyataan itu punya masalah yang sangat mendasar, yaitu kita sedang memaksakan sistem pendidikan Indonesia untuk membaca sistem pendidikan di negara lain," ujar Grace dalam rekaman video yang diakses pada Senin, 5 Oktober 2026.
Lebih lanjut, tim redaksi mencatat bahwa Grace memaparkan ragam jalur akademis internasional yang ditempuh Gibran di berbagai negara seperti Singapura dan Australia. Jalur seperti O level, A level, foundation, pathway, hingga diploma dinilai tidak bisa disamakan begitu saja dengan nomenklatur kelas 10 hingga 12 di Indonesia tanpa memahami regulasi penyetaraan resmi dari kementerian terkait.