Aparat kepolisian dari Polres Ciamis hingga kini masih bekerja keras mengusut tuntas misteri penemuan bayi laki-laki yang sengaja ditelantarkan di depan kediaman Kepala Dusun Karangkamulyan, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Peristiwa yang menghebohkan warga setempat ini terjadi lebih dari sepekan lalu, namun identitas pelaku yang tega membuang darah dagingnya sendiri masih belum berhasil terungkap.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari keterangan pihak berwajib, proses pengungkapan kasus ini menghadapi tantangan tersendiri di lapangan. Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono mengungkapkan bahwa tim gabungan dari Satreskrim Polres Ciamis dan Polsek Cijeungjing tengah menyisir secara cermat rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar tempat kejadian perkara maupun jalur-jalur alternatif yang diduga dilintasi oleh pelaku.
Saat ini gabungan Satreskrim Polres Ciamis dan Polsek Cijeungjing masih melakukan pendalaman. Kami masih menyusuri CCTV di sekitar TKP maupun tempat-tempat lain yang diduga menjadi jalur perlintasan kendaraan tersebut, ujar Carsono di Polres Ciamis, sebagaimana dilaporkan.
Selain mengandalkan bukti digital berupa rekaman CCTV, penyidik kepolisian juga bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Tidak hanya itu, pihak kepolisian turut berkolaborasi secara intensif dengan Ikatan Bidan Indonesia wilayah Kabupaten Ciamis guna melacak data persalinan terakhir di sekitar daerah tersebut demi mempersempit ruang gerak pelaku.
Kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi-saksi dan berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Ciamis. Mohon doanya, mudah-mudahan segera terungkap siapa yang membuang atau menelantarkan bayi tersebut, tambahnya.
Kendati demikian, aparat penegak hukum menemui sejumlah hambatan dalam proses identifikasi pelaku. Minimnya penerangan atau lampu jalan di sekitar lokasi kejadian serta waktu pembuangan yang dilakukan pada tengah malam atau dini hari membuat identifikasi kendaraan menjadi sangat sulit, meskipun dugaan awal mengarah pada penggunaan mobil atau kendaraan roda empat.
Kami belum bisa memastikan jenis kendaraannya apa. Beberapa titik CCTV itu cukup gelap, sementara kejadiannya juga berlangsung dini hari. Jadi belum ada saksi yang bisa memastikan jenis kendaraannya, jelas Carsono, seraya menegaskan bahwa dugaan sementara masih mengarah pada kendaraan roda empat.
Kasus ini berawal ketika tangisan bayi di dalam sebuah kardus pertama kali didengar oleh warga bernama Ica bersama Ibu RT setempat sekitar pukul 01.00 WIB di pinggir Jalan Raya Ciamis-Banjar, tepat di depan rumah Entin Kartini selaku Kepala Dusun Karangkamulyan. Saat ditemukan, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram itu berada dalam kondisi terawat lengkap beserta pakaian dan kain bedong.
Entin sendiri mengaku sama sekali tidak menyadari keberadaan bayi tersebut lantaran baru saja pulang melayat warga yang meninggal dunia pada tengah malam. Berdasarkan pemeriksaan awal medis di Puskesmas, kondisi fisik bayi tersebut tampak sehat dan normal, termasuk tali pusarnya yang sudah dipotong namun belum lepas sepenuhnya.
Saat ini, bayi malang tersebut telah berada di bawah perlindungan penuh Dinas Sosial Kabupaten Ciamis dan dititipkan di sebuah yayasan sosial di Bandung guna mendapatkan perawatan medis serta pemulihan yang optimal. Kepala Dinas Sosial Ciamis Ikhsan Rasyad menegaskan bahwa bagi masyarakat yang berniat mengadopsi bayi tersebut harus melalui tahapan prosedur verifikasi yang sangat ketat demi keamanan dan masa depan sang anak.
Bayi dititipkan dirawat di yayasan swasta di Bandung. Untuk proses menjadi orang tua asuh datang ke Dinas Sosial Ciamis nanti akan dilakukan verifikasi layak atau tidaknya, jangan sampai terlantar, pungkas Ikhsan.