Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini terkait prospek cuaca mingguan untuk periode awal Oktober 2026. Berdasarkan laporan yang dirilis, wilayah Jawa Barat masih berpotensi diterjang hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai kilat serta angin kencang, terutama pada awal pekan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kepala Stasiun Klimatologi Jabar, Rakhmat Prasetia menjelaskan bahwa fenomena El Nino kuat dengan indeks NINO 3.4 serta fase IOD positif secara umum seharusnya memicu kondisi kering. Namun, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, pertumbuhan awan hujan di wilayah Tatar Pasundan dalam sepekan terakhir tetap menunjukkan tren yang signifikan.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi dari laporan resmi, kondisi tersebut didorong oleh melemahnya Monsun Australia serta hangatnya suhu perairan yang mendongkrak suplai uap air ke wilayah Jawa. Selain itu, faktor dinamika lokal seperti labilitas atmosfer yang mendukung turut memperkuat pembentukan awan konvektif penghasil hujan.
Sejumlah daerah tercatat menjadi titik yang perlu mendapat perhatian khusus selama periode awal pekan ini. Pada Senin, 5 Oktober 2026, potensi hujan lebat meluas ke Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, Kabupaten Sukabumi, hingga Cianjur.
Memasuki hari Selasa, 6 Oktober 2026, potensi hujan lebat terkonsentrasi di wilayah Kabupaten serta Kota Bogor dan Kabupaten Bandung. Sementara itu, pada Rabu, 7 Oktober 2026, potensi cuaca ekstrem serupa diprakirakan terjadi di wilayah Karawang dan Garut, sebelum akhirnya melandai menjelang akhir pekan.
Menanggapi dinamika cuaca ini, pihak BMKG mengimbau masyarakat serta instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologis.
Masyarakat diminta agar tetap tenang namun senantiasa waspada terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta mematuhi arahan evakuasi dari pemerintah daerah jika terjadi darurat bencana," ujar Rakhmat dalam keterangan resminya.