Kawasan pedesaan di Kabupaten Bogor kembali menunjukkan taringnya dalam sektor pariwisata kreatif. Desa Gunung Malang yang terletak di Kecamatan Tenjolaya kini menjelma menjadi destinasi menarik berkat pemanfaatan potensi alam dan edukasi yang tertata rapi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, geliat kebangkitan pariwisata ini berawal dari langkah reorganisasi pengelola pada tahun 2024 lalu. Didorong oleh pendampingan akademisi Universitas Pakuan, warga setempat mulai serius memetakan ragam daya tarik mulai dari curug, lahan pertanian, seni budaya, hingga kerajinan tangan.
Ketua Desa Wisata Gunung Malang Tedi Saefudin mengungkapkan bahwa antusiasme warga kian melonjak seiring berjalannya waktu. Semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam membangun fasilitas serta menyambut para pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk kelompok pelajar.
"Dengan adanya desa wisata, kami semakin semangat untuk mempromosikan potensi yang ada dan melakukan kegiatan-kegiatan desa wisata. Kami bergotong royong membangun desa wisata ini agar semakin baik dan bisa menerima lebih banyak kunjungan," ujar Tedi.
Meski masih berstatus sebagai desa wisata rintisan, prestasi yang ditorehkan tidak bisa dipandang sebelah mata. Desa ini sukses menembus 10 besar ajang Smiling West Java tingkat Provinsi Jawa Barat serta ambil bagian dalam ajang prestisius Wonderful Indonesia Awards 2026.
Dukungan penuh turut datang dari pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor yang menggelar Gerakan Aksi Sapta Pesona. Kegiatan tersebut diisi dengan aksi penanaman pohon, penjelajahan kebun edukasi, hingga deklarasi komitmen bersama pengelola desa wisata.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor Ria Marlisa mengingatkan agar pengelolaan pariwisata tidak sekadar berorientasi pada keuntungan bisnis semata. Kelestarian lingkungan harus tetap dijaga agar roda perekonomian desa dapat berputar secara berkesinambungan.
"Potensi pariwisata di 416 desa di Kabupaten Bogor luar biasa. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik, bukan hanya business oriented, tetapi bagaimana pariwisata bisa berkelanjutan. Kita menjaga alam, sehingga alam juga bisa menjaga kita melalui perputaran ekonomi di desa wisata," tegas Ria.