Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah strategis guna mendongkrak produktivitas wilayah dengan membuka kawasan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) bagi masyarakat untuk kegiatan bertani dan berwirausaha.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pemanfaatan kawasan tersebut harus dirancang secara matang melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, mulai dari bidang pertanian, perikanan, peternakan, ketahanan pangan, hingga lingkungan hidup.
Menurut pengamatan tim redaksi, kebijakan ini tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kawasan tetapi juga menciptakan sumber ekonomi baru bagi warga sekitar agar termotivasi mencontoh pengelolaan yang baik.
"Kalau tempat itu menjadi indah, bagus, lalu bisa menghasilkan manfaat ekonomi, biar masyarakat sekitar akhirnya ikut mencontoh. Itu tujuan kami," ujar Rudy dalam keterangannya saat memimpin rapat pembahasan pada Sabtu (26/9/2026).
Selain mendorong sektor agraris, penataan infrastruktur fisik di ruas Jalan Bomang juga dikebut agar integrasi pengembangan kawasan di sekitarnya dapat berjalan secara optimal tanpa hambatan.
Kendati demikian, pemerintah daerah memberikan catatan penting agar pelibatan kelompok tani di atas aset milik negara ini wajib dibarengi dengan tertib administrasi serta validasi data identitas penggarap yang akurat.
"Pengembangan Bomang harus diarahkan untuk membuka kesempatan masyarakat berwirausaha dengan memanfaatkan lahan pemerintah secara produktif dan sesuai ketentuan," tandasnya menutup arahannya.