Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara merespons lonjakan kasus infeksi Influenza A yang belakangan ini mulai mendominasi perhatian publik. Berdasarkan analisis tim redaksi, isu kesehatan ini sempat memicu kekhawatiran masyarakat terkait kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah Indonesia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa memastikan bahwa ketersediaan kamar rawat inap atau tingkat okupansi rumah sakit di seluruh tanah air masih berada dalam status yang terkendali dan aman. Menurutnya, lonjakan pasien yang datang sejauh ini masih dapat tertangani dengan baik oleh sistem kesehatan nasional.
"Okupansi sampai saat ini rata-rata masih aman. Selama ini masih tertangani dengan baik, meskipun mungkin ada banyak pasien, mereka sudah bisa tertangani dengan baik," ujar Kunta saat ditemui di Pendopo Kota Bandung pada Kamis (24/9/2026).
Lebih lanjut, Kemenkes mengungkapkan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan terhadap sebaran kasus Influenza A secara berkala. Berdasarkan catatan instansi kesehatan, virus tersebut tercatat telah menyebar di 20 provinsi di Indonesia sejak tahun 2025 lalu.
"Kami setiap hari melihat dan memonitor kondisi penyakit influenza di seluruh Tanah Air. Mana yang meningkat sangat tajam, mana yang tidak. Karena biasanya setiap tahun kita juga sudah tahu," ungkap Kunta menjelaskan sistem pengawasan yang berjalan.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah selalu bergerak cepat melakukan pengecekan mendalam begitu mendeteksi adanya lonjakan tajam di suatu wilayah. Sejauh ini, tingkat keparahan gejala yang ditimbulkan dilaporkan tidak terlalu berat, sehingga fasilitas rumah sakit dipastikan siap siaga memberikan pelayanan optimal.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Kemenkes menegaskan bahwa tidak semua pasien yang terindikasi gejala Influenza A harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Apabila kondisi klinis pasien dinyatakan stabil oleh tenaga medis, mereka diizinkan untuk langsung pulang pada hari yang sama.
"Iya, tidak semuanya dirawat. Mereka bisa langsung pulang pada hari yang sama. Makanya seperti yang saya sampaikan, begitu ada kenaikan kita langsung mengecek ada apa di sana, apakah ada virus yang berbeda atau tidak. Ternyata setelah dicek biasa saja, tidak ada masalah, dan kita tidak menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan," pungkasnya menutup keterangan.