Dunia pariwisata Jawa Barat kembali mencatatkan tren inovatif yang sukses menarik perhatian wisatawan mancanegara lewat konsep liburan bertajuk traincation. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fenomena berwisata dengan mengandalkan moda transportasi kereta api ini kini menjadi primadona baru di kalangan pelancong internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Istilah traincation sendiri menggabungkan konsep perjalanan kereta dan liburan, di mana perjalanan di atas rel bukan sekadar sarana berpindah tempat melainkan pengalaman inti yang dinikmati. Daya tarik utama dari tren ini didorong oleh popularitas layanan Kereta Panoramik yang dikelola oleh PT KAI.
Ketua DPD ASITA Jawa Barat Daniel G Nugraha mengungkapkan bahwa pesona lanskap alam Tanah Pasundan yang dilihat dari balik jendela kaca raksasa kereta berhasil memikat hati para pelancong luar negeri. Bahkan, gelombang wisatawan asal Malaysia dan Singapura tercatat rela mengantre hingga dua bulan demi mendapatkan tiket tersebut.
"Turis dari Singapura dan Malaysia itu sangat termotivasi pengen naik Kereta Panoramik. Mereka rela menunggu dan memesan tiket 1 sampai 2 bulan sebelum kedatangan hanya untuk bisa mendapat giliran naik Kereta Panoramik," ujar Daniel.
Berdasarkan analisis awak media, masifnya promosi wisata lintas negara yang digencarkan oleh ASITA Jabar turut memperkuat daya tarik destinasi lokal di mata turis Asia Tenggara. Hal ini juga diperkuat oleh maraknya unggahan konten di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Sebagai bagian dari strategi perluasan destinasi, paket wisata traincation dirancang untuk menyusuri lima rute eksotis di Priangan yang meliputi kawasan Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, hingga Cirebon dan Banjar. Inisiatif ini sekaligus menjadi solusi strategis untuk meratakan sebaran wisatawan agar tidak terkonsentrasi di Kota Bandung saja.