Warga Desa Babakan, Kabupaten Cirebon, mendadak digemparkan oleh penemuan jenazah seorang wanita berinisial K yang merupakan istri dari seorang dokter praktisi setempat, dr. Edi. Korban ditemukan terbujur kaku di dalam kediamannya yang berlokasi di Jalan Raya Pangeran Sutajaya pada Kamis sore, memicu kerumunan warga yang penasaran di sekitar lokasi kejadian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari kronologi yang dihimpun, tragedi ini bermula ketika sang suami berangkat menuju tempat praktiknya sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama berselang, korban sempat melakukan komunikasi melalui pesan singkat WhatsApp dengan adiknya sekitar pukul 16.30 WIB untuk meminta dibelikan bubur ayam.
Sang adik yang mendatangi rumah korban menjelang pukul 17.00 WIB mendapati pintu rumah tertutup rapat dan tidak ada respons meski sudah diketuk berulang kali. Lantaran mengira sang kakak sedang beristirahat, ia lantas meletakkan bungkusan bubur di depan pintu sebelum kembali melanjutkan aktivitas berdagangnya di dekat tempat praktik dr. Edi.
Misteri kematian korban baru terkuak ketika sang suami pulang dari tempat kerjanya dan mendapati istrinya telah tewas bersimbah darah di dalam rumah. Suasana langsung berubah mencekam, mengundang kedatangan warga sekitar yang berkerumun di depan rumah hingga malam hari untuk memantau perkembangan situasi.
Tim Inafis bersama personel Satreskrim Polresta Cirebon yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat memasang garis polisi di sekeliling pagar rumah korban untuk sterilisasi. Proses evakuasi jenazah dilakukan sekitar pukul 21.15 WIB guna kepentingan autopsi dan penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan berbagai barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis tersebut. Narasi yang berkembang di tengah masyarakat menduga insiden ini berkaitan dengan tindak kriminal perampokan, namun aparat penegak hukum menegaskan masih menunggu hasil investigasi resmi.