Warga Dusun Cirateun, Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, dikejutkan oleh amukan si jago merah yang membakar lahan milik warga pada Kamis siang. Kobaran api dengan cepat membesar dan membumbung tinggi akibat banyaknya ilalang kering di area tersebut, menciptakan situasi yang menegangkan bagi warga sekitar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, titik api yang membakar dua lokasi berbeda ini diduga berasal dari percikan api yang menyulut vegetasi kering di tengah cuaca panas. Salah satu lahan yang terdampak parah dalam insiden tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Ir. Pribadi.
Mendapati api yang kian mendekati pemukiman dan meluas, warga setempat langsung bergerak cepat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Respons sigap pun ditunjukkan oleh unsur gabungan yang terdiri dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangandaran, TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat.
Menurut keterangan Pamapta I Polres Pangandaran Ipda Heru Hayadi, mewakili Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses penanganan dan pemadaman. "Petugas bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan dan membantu proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali," ujar Heru.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan serta memadamkan kobaran api sekitar pukul 13.20 WIB. Petugas kemudian melanjutkan tahapan pendinginan di seluruh area terdampak guna memastikan situasi benar-benar aman dari potensi kemunculan titik api susulan.
Berdasarkan kalkulasi dari pemilik lahan, peristiwa ini menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai angka Rp50 juta dengan luas area yang terbakar mencapai kurang lebih satu hektare. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, sementara penyelidikan mendalam masih dilakukan untuk menguak penyebab pasti kebakaran.