Pihak manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat bergerak cepat merespons isu mengenai dugaan kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi yang sempat dikeluhkan oleh para nelayan di kawasan pesisir Sukabumi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah proaktif ini diambil untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat sekaligus memastikan bahwa distribusi energi bersubsidi tetap berjalan tepat sasaran.
Mengutip keterangan resmi dari manajemen perusahaan, klarifikasi langsung dilakukan kepada pengelola SPBU 34.43122 Ciemas guna mengecek ketersediaan stok, kuota, serta sistem pelayanan bagi warga sekitar.
Dari hasil peninjauan lapangan, stok dan kuota Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar tersebut dipastikan dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan harian masyarakat setempat tanpa adanya kekosongan pasokan.
Berdasarkan analisis awak media, kendala yang dialami oleh sebagian nelayan bukan disebabkan oleh minimnya pasokan dari pihak penyalur, melainkan masa berlaku surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi yang sudah habis.
Sebagaimana dilaporkan, tercatat ada sekitar sepuluh nelayan yang surat rekomendasinya harus diperpanjang terlebih dahulu melalui instansi dinas terkait sebelum bisa kembali melakukan transaksi resmi.
Pihak korporasi mengingatkan bahwa setiap lembaga penyalur wajib mematuhi regulasi ketat yang berlaku, termasuk kewajiban melayani pembelian hanya kepada konsumen yang memegang dokumen izin resmi aktif.
Dalam keterangannya, manajemen mengimbau para nelayan segera merampungkan proses pembaruan dokumen agar fasilitas subsidi energi dapat kembali dinikmati secara normal tanpa hambatan administratif.