Sektor pariwisata Amerika Serikat kini tengah menghadapi tantangan berat setelah kunjungan wisatawan asing diproyeksikan anjlok hingga hampir dua juta orang secara tahunan. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik Negeri Paman Sam di mata pelancong global mengalami penurunan drastis, bahkan ketika ajang olahraga akbar seperti Piala Dunia FIFA seharusnya menjadi momentum kebangkitan ekonomi pariwisata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dilansir dari berbagai sumber, penurunan kunjungan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dinilai sebagai dampak dari kebijakan luar negeri dan perang dagang yang digencarkan oleh Washington. Sikap dan kebijakan tersebut memicu keengganan wisatawan dari sejumlah negara sekutu utama, termasuk Kanada dan beberapa negara di Eropa, untuk berkunjung ke wilayah Amerika Serikat.
Di sisi lain, situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh negara-negara pesaing di kancah global dalam menarik minat para pelancong internasional. Sebagaimana dilaporkan oleh para pengamat industri pariwisata, Tiongkok berhasil mendatangkan lebih banyak wisatawan berkat kebijakan masuk tanpa visa, sementara Jepang mencatatkan rekor kunjungan turis tertinggi yang didorong oleh pelemahan nilai tukar mata uang mereka.
Menanggapi kondisi pelik tersebut, para pelaku industri pariwisata di Amerika Serikat meluapkan kekecewaannya secara terbuka di tengah tekanan ekonomi yang semakin nyata. "Kami adalah satu-satunya negara besar di dunia yang kehilangan kunjungan wisatawan, ini sungguh di luar akal sehat," ujar salah satu pemimpin asosiasi perjalanan tertinggi di Amerika Serikat menggambarkan situasi krisis yang tengah melanda sektor ini.