Perusahaan pengembang kecerdasan buatan terkemuka, OpenAI, dilaporkan tengah menggelar pembicaraan serius dengan para investor untuk menghimpun dana segar sekuritas jumbo. Mengutip laporan media internasional, kreator ChatGPT tersebut membidik suntikan modal minimal senilai USD 30 miliar atau setara dengan ratusan triliun rupiah menjelang rencana penawaran saham perdana atau IPO.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, antusiasme investor yang begitu tinggi tidak lepas dari lonjakan pendapatan perusahaan yang melonjak drastis. Fokus strategis baru pada sektor kode pemrograman berhasil mendongkrak pendapatan tahunan OpenAI hingga mencatatkan angka fantastis mencapai USD 40 miliar pada bulan Agustus lalu.
Meskipun sebelumnya dikabarkan berencana melantai di pasar modal dalam waktu dekat, CEO OpenAI Sam Altman memutuskan untuk menunda langkah tersebut. Kebijakan ini diambil demi memprioritaskan aspek keamanan kecerdasan buatan serta memitigasi risiko eksistensial sebelum perusahaan benar-benar siap melangkah ke bursa publik.
Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber terpercaya, putaran pendanaan jumbo ini diproyeksikan sebagai instrumen jembatan menuju tahapan IPO resmi. Di sisi lain, valuasi perusahaan yang kini menyentuh angka sekitar USD 1,4 triliun menegaskan dominasi mutlak OpenAI sebagai salah satu raksasa teknologi paling bernilai di dunia saat ini.