Isu kemacetan lalu lintas perkotaan kembali menjadi sorotan tajam setelah munculnya desakan agar megaproyek transportasi massal dikebut penyelesaiannya. Berdasarkan pengamatan dan analisis awak media, penataan transportasi publik di kawasan urban mendesak dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan yang kian mengkhawatirkan setiap harinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menanggapi situasi tersebut, Farhan secara tegas meminta agar proyek pembangunan Bus Rapid Transit atau BRT dipercepat pengerjaannya. Langkah taktis ini diambil agar tidak terjadi kemacetan panjang yang melumpuhkan aktivitas warga, berkaca dari kacaunya arus lalu lintas akibat proyek pembangunan underpass di Kota Cimahi.
Belajar dari pengalaman Cimahi yang sekarang sedang menutup ruas jalan utama, kemacetan di sana jauh lebih mengerikan. Jadi sekarang memang kita akan lakukan sosialisasi lebih cepat, dan terpaksa harus menyesuaikan jam perjalanan kita, ungkap Farhan dalam keterangannya.
Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pihak berwenang juga akan membatasi berbagai titik pengerjaan yang berpotensi menimbulkan hambatan lalu lintas. Pekerjaan fisik seperti galian kabel serta perbaikan jalan dikurangi sementara, dan pengalihan fokus diarahkan pada perbaikan trotoar serta pengerjaan galian pada tengah malam.
Selain penataan jadwal kerja di lapangan, Farhan memastikan akan segera berkoordinasi langsung dengan pihak pemenang tender proyek BRT. Langkah ini diambil guna memastikan fasilitas transportasi modern tersebut dapat segera dituntaskan tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi mobilitas masyarakat.