Kabar gembira datang bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah di Tatar Pasundan seiring dengan lonjakan drastis alokasi bedah hunian. Berdasarkan pengamatan awak media, program pengentasan tempat tinggal tak layak huni di wilayah ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengucurkan bantuan rumah tidak layak huni di Jawa Barat dengan angka yang melesat tajam. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan bahwa jumlah unit yang mendapatkan alokasi perbaikan pada tahun ini melonjak hampir delapan kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
"Bantuan rutilahu menembus 49.229 unit, dan tahun sebelumnya hanya 6.367 unit, atau hampir delapan kali lipat," ujar Herman saat melakukan peninjauan langsung ke salah satu kediaman penerima manfaat di Kabupaten Subang.
Dalam keterangannya, pihak pemerintah daerah menyambut baik serta mengapresiasi penuh dukungan nyata dari Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kementerian terkait. Pelaksanaan di lapangan dirancang secara transparan dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat melalui skema pengadaan bahan bangunan berkelompok.
Berdasarkan analisis tim redaksi, penerapan mekanisme kelompok masyarakat dengan anggaran senilai Rp20 juta per unit terbukti efektif menciptakan efisiensi harga material hingga 5,02 persen. Melalui pola gotong royong dan kompetisi pengadaan yang sehat tersebut, masyarakat dapat memperoleh kualitas material terbaik tanpa harus khawatir adanya praktik penyimpangan.