Raksasa waralaba makanan cepat saji asal Amerika Serikat, McDonald's, dilaporkan semakin intensif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI guna mengatur penetapan harga menu di ribuan restorannya. Berdasarkan laporan eksklusif dari Reuters, sistem berbasis algoritma canggih ini dirancang untuk membaca data transaksi jutaan pelanggan setiap harinya demi merumuskan harga optimal di setiap titik penjualan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mesin pintar tersebut bekerja dengan memindai tingkat sensitivitas harga di suatu wilayah serta membandingkan tarif kompetitor secara real-time. Melalui pendekatan ini, perbedaan harga untuk produk yang sama, seperti burger ikonik Big Mac, kerap ditemukan bahkan antar gerai yang hanya berjarak beberapa mil saja, menciptakan dinamika baru dalam strategi pemasaran korporasi global tersebut.
Kendati pihak manajemen pusat mengklaim bahwa perangkat lunak itu hanyalah sebatas rekomendasi bisnis, sejumlah pemilik waralaba atau franchise mengaku mendapat tekanan tersendiri untuk mengikutinya. Berdasarkan catatan dokumen internal perusahaan, kepatuhan terhadap saran konsultan harga kini menjadi bagian dari standar penilaian bisnis yang diawasi ketat oleh kantor pusat.
Di sisi lain, kebijakan penggunaan algoritma penetapan harga ini turut mengundang sorotan dari berbagai kalangan, mulai dari konsumen hingga pengamat hukum bisnis. Sejumlah kritikus menilai praktik penyesuaian harga secara dinamis berpotensi memicu kontroversi publik serta meningkatkan risiko investigasi terkait regulasi antipakat atau antitrust di tengah persaingan industri kuliner yang semakin kompetitif.
Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, perwakilan korporasi menegaskan bahwa sistem tersebut dibuat untuk membantu pemilik restoran memberikan nilai terbaik bagi para pembeli. Namun demikian, dinamika antara target keuntungan korporasi dan realitas biaya operasional di tingkat gerai lokal masih menyisakan tantangan tersendiri bagi masa depan bisnis waralaba tersebut.