Perusahaan penyedia perangkat lunak berbasis layanan atau software-as-a-service, Workday, kembali mengambil langkah drastis dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 500 karyawan. Berdasarkan laporan yang dirilis, kebijakan efisiensi ini merupakan gelombang pemangkasan tenaga kerja kedua yang dilakukan oleh perusahaan sepanjang tahun ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan dokumen pengajuan sekuritas, pemangkasan tersebut mencakup sekitar 2,5 persen dari total tenaga kerja global perusahaan. Fokus utama dari pemutusan kerja ini menyasar divisi produk dan teknologi, dengan dalih menyelaraskan struktur tim demi prioritas pertumbuhan strategis perusahaan ke depan.
Mengutip laporan dari sejumlah pengamat pasar, langkah restrukturisasi ini turut berdampak pada penurunan proyeksi pendapatan kuartal ketiga fiskal perusahaan. Beban biaya restrukturisasi menjadi salah satu faktor utama yang memaksa manajemen melakukan penyesuaian finansial secara menyeluruh.
Sebelumnya pada bulan Februari lalu, perusahaan juga telah memberhentikan sekitar 400 pegawai. Tak lama berselang dari keputusan tersebut, CEO Workday saat itu, Carl Eschenbach, memutuskan mundur dari jabatannya dan posisinya digantikan oleh sang salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutif, Aneel Bhusri.
Berdasarkan analisis awak media, meski pihak manajemen tidak secara langsung menyebutkan kecerdasan buatan atau AI sebagai pemicu utama, bayang-bayang fenomena SaaSpocalypse sempat menggerus nilai pasar perusahaan perangkat lunak. Investor khawatir bahwa adopsi AI membuat pembuatan perangkat lunak mandiri menjadi jauh lebih murah ketimbang harus berlangganan.
Kendati demikian, Aneel Bhusri tetap menunjukkan sikap optimis yang tinggi terhadap masa depan bisnis perusahaannya di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global. "Last quarter, I told you I hadn't met a single customer looking to replace Workday with something they're building internally or buying from a startup. One quarter later, that hasn't changed," ujarnya dalam konferensi pers bersama para analis.
Menanggapi dinamika pasar saat ini, tim redaksi menilai bahwa langkah konsolidasi Workday merupakan strategi bertahan yang lumrah di tengah transisi industri teknologi. Perusahaan tetap berkomitmen melakukan perekrutan di area strategis tertentu sepanjang tahun fiskal 2027 meskipun harga saham mereka tercatat mengalami koreksi sekitar 12 persen secara tahun berjalan.