Operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 yang melibatkan tim penyelam profesional mendadak menuai polemik di tengah pihak keluarga. Rencana penghentian operasi bawah air ini memicu reaksi keras dari para kerabat korban yang berasal dari Kabupaten Garut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan yang dihimpun, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan bahwa operasi penyelaman rencananya bakal disetop. Kebijakan tersebut diambil lantaran kondisi jasad korban di dalam air dinilai telah mengalami perubahan, sehingga proses evakuasi bawah air sudah tidak lagi efektif setelah memasuki hari ke-21 pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kendati demikian, pihak keluarga korban yang dikoordinasikan oleh Sekdes Situsaeur Ade Lukman mengaku belum menerima informasi resmi terkait penghentian tersebut. Pihaknya berencana melayangkan konfirmasi langsung kepada Basarnas Banjarmasin guna memantau perkembangan situasi terkini di lapangan.
"Sikap kami jelas menolak jika operasi pencarian ini dihentikan dengan alasan bahwa diindikasikan masih ada korban di bangkai kapal. Kami siap menunggu sampai ditemukannya begitu," tegas Ade saat dihubungi pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Berdasarkan data manifes, dari total 22 warga asal Garut yang berada di kapal nahas tersebut, sebanyak 10 orang berhasil selamat dan 3 orang ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, masih ada 9 orang korban jiwa yang terdiri dari 8 warga Situsaeur dan 1 warga Karangsari yang belum diketahui nasibnya.
Tim redaksi mengamati bahwa desakan keluarga ini mencerminkan harapan emosional yang mendalam agar proses evakuasi dituntaskan secara tuntas. Oleh karena itu, pihak keluarga sangat mengharapkan kerja keras lanjutan dari tim Basarnas demi kejelasan nasib sanak saudara mereka yang masih tertahan di dalam bangkai kapal.